“
Hahahahah . . . . .”
Suara tawa Adjie yang menggelegar
kemana-mana, dan aku sangat tidak menyukai suara tawa itu. Seusai latihan
paduan suara, suara tawa itu selalu terdengar walaupun istirahat sejenak pasti
tertawa. Sekolah Adjie dan sekolah ku mengadakan kolaborasi paduan suara karena
sekolah kami merupakan sekolah homogeny. Adjie itu seorang gadis yang sedikit
aneh, mungkin karena orang tuanya kehabisan nama sehingga di beri nama “adjie”
aku pun heran sekali. Namanya beda tipis dengan diriku.
“Adjie di cari Aji ! “ teriak Bagas.
“ Ha ? aku ? apaan ?” tanyaku
“ Siapa yang berani sama aku ha ?
udah merasa hebat aji itu ?” kata Adjie sambil menaikan alisnya yang tipis dan
sering membuatku tertawa terbahak-bahak akibat alisnya itu.
“ Biasa aja alisnya jie ! “ kata ku
“ Apaan sih kamu sewot aja SKSD
banget“ kata Adjie dengan alis yang paling tidak bisa santai
“ Cewek itu harus jaim yee “ balas
aku sinis
“ Kalau sekolah di sekolah putri itu
gak perlu jaim-jam deh kan gak ada cowok juga ” kata Adjie
“ Nah sekarang aku dan teman-temanku
datang seharusnya kamu jaim dikit napa ? “ kataku
“ Ah males “ jawab Adjie.
Pertama aku heran dengan cewe yang
satu ini, kenapa ? karena dia tidak punya malu tetapi malu-maluin. Jujur aku
ingin merubah sikapnya namun, dari cara dia memandangku saja seperti tidak suka
bagaimana aku bisa mendekatinya ? aku ingin sekali mengetahui sifat dan semua
tentang Adjie. Akhirnya aku mempunyai pin BB sahabatnya Adjie yaitu May.
“Ping!”
“Iya.”
balas May.
“Kamu
temannya Adjie kan?” Tanya aku.
“Iya
emangnya kenapa ?” Tanya balik May.
“Minta
Pinnya donk ! “
“Dia
gak punya BB.”
“No
HP ? atau apalah.”
“Twitter
mau ?”
“Iya
cepetan”
Akhirnya aku mendapatkan nama twitternya
Adjie, aku follow dan mention untuk meminta follback. Mamun hasilnya nihil. Padahal
teman- temannya bilang dia selalu update di sepuluh jejaring sosialnya itu. Aku
cukup heran dengan anak itu. Aku pun bergegas kerumah sahabatku Bagas untuk
minta konsultasi.
“ Bray, dia itu gak cantik ! badan
pun kurus sekurus papan selancar ! kok bisa kamunya mau deketin dia ? “ Tanya Bagas kepadaku
“ Nah itu aku gak tau, hati ku
penasaran banget sama tuh cewek, sumpah dah ! “ jawabku yakin
“ Tapi masih banyak yang cantik Aji
! apa gara-gara nama kalian beda tipis ? “ tanya Bagas lagi
“ Bukan gitu juga sih, dia itu cewek
unik yang pernah aku temuin. Gak jaim lagi .“ jawabku .
“ Ya sembarang kamu saja semoga kamu
bisa deketin dia. Soalnya menurut pandangan ku dan gosip yang beredar dia tidak
pernah pacaran yang serius dan dia bukan cewek yang pede.” kata Bagas.
“Shappp Bagas, aku pasti bisa deketi
dia bahkan sampe pacaran dalam waktu Sebulan” Kataku Yakin
“ Oke kalau tidak, kamu ku tonjok ya
Ji “ taruh Bagas
“ hahaha kamu ada-ada aja ya ! Ok
sip “
Target ku kali ini untuk bisa
dekatin Adjie. Aku dapat informasi dia tingal di Asrama dan mempunyai sahabat
yaitu May dan Sekar. Diam-diam aku pun sering menanyakan tentang Adjie dengan
mereka. Menurut ku Adjie memang Cewek unik. Putri Sulung dan Putri satu-satunya
dari 5 bersaudara. Dan yang paling tidak aku bayangin bertemu ke empat adik
cowok nya.
Aku pun nekat untuk menemui Adjie di
luar jam latihan Paduan Suara. Tepatnya hari minggu dengan alasan ngajak Adjie
untuk ke Gereja. Aku pun minta tolong pada May dan Sekar untuk mengatur semua.
“ Hay Adjie ! “ Sapaku
“ Loh May kok dia ? Ah harusnya aku
gak percaya kata-katamu “ Kata Adjie
“ Udah Adjie jalan aja. Good Luck
for your first date !” Jawab May
“ First Date! First Date! Apa kamu
bilang? “
“ Bye Adjie “ kata May dengan
senyuman liciknya
May kurang ajar, pulang-pulang ku
jitak kepalanya sama Sekar juga ku kempeskan badannya sampai tinggal tulang! Ujar Adjie dalam hati
“ Djie ayo naik “ Panggil ku sambil
menyalakan Motor
“ Huufft males banget “ Jawab Adjie
“ Cepetan “
“ Iya bawel ah “
“
kamu rewel”
“Tetapan kamu paling bawel”
“ Iya dah aku ngalah ntar gak
berangkat ke gereja lagi “
“ iya Ji “ jawab Adjie Pasrah
“ Lucuya Ji dan Jie “ kataku
“ Iya lucu-lucu ntar telat ji kamu
nyuruh akucepet tapi kamu sendiri yang mulai lagi “
“ Hahaha iya Jie “ jawab ku
Waktu sebulan pun berlalu. Aku pun
semakin dekat dengan Adjie, kata May Adjie yang dulu tomboy kini mengalami
perubahan yang pesat. Jujur aku senang
bisa dekat dengan Adjie, walaupun terkadang aku di bilang homo padahal jelas
jelas Adjie itu perempuan. Namun tetap sampai saat ini aku belum berani untuk
mengungkapkan isi hatiku sesungguhnya kepada Adjie.
“ Aku senang Ji kamu bisa tertawa
lagi seperti dulu saat kita masih bersama “ kata May
“ Iya May walaupun awalnya aku agak
ragu namun jujur aku senang banget “ kataku
“ Semoga langgeng ya Ji “
“ May-may pacaran aja belum, dan
awalnya aku bisa deket sama Adjie itu di tantang “
“ Sama siapa Ji ? “
“ Bagas”
Dan ternyata Adjie mendengarkan
perckapan kami di ruang tamu asrama mereka. Padahal May tadi sudah memastikan
Adjie sedang tidur siang.
“ Ooh aku jadi barang taruhan ya ?
dan ternyata kalian berdua itu sudah menjadi mantan, gak nyangka. Aku sadar Ji
aku jelek, gak cantik kayak May tapi aku bukan mainan yang bisa kamu taruhkan
seenak mu ! kecewa aku sama kamu ! “ Kata Adjie sambil pergi meninggalkan aku
dan May
“ Jie Adjie bukan gitu !” kataku
sambil mengerja Adjie
“ Ah alasan kamu banyak Ji, harusnya
aku sudah curiga dari awal. Kamu itu ganteng gak mungkin mau sama aku yang punya
gigi miring, kulit item dan kurus ! ya ka ? “ jawab Adjie sambil menangis
“ Jie, bukan begitu. Kamu salah
paham, itu gara-gara aku konsultasi dengan Bagas aku memang tertari padamu dari
awal kita ketemu Jie“ kataku Tulus
“ Apa kamu bisa memegang kata-katamu
itu ? Aku kurang yakin, bahkan kamu gak tau siapa aku “ Tantang Adjie
“ Jie kamu itu bukan cewek biasa
kebanyakan. Kamu itu unik, kamu gak mau terlihat lemah. Cewek hiperaktif dari
kecil makanya kamu suka olahraga, suka ngelawak, suka malu-maluin, paling pede
dan yang buat kesombongan aku bangkit itu kurang percaya diri kamu tentang
cinta padahal jelas-jelas kamu suka baca novel roman. Kamu takut kalau ketemu
cowok entar cowoknya pingsan lihat kamu kan ? lalu kamu harus bayar biaya rumah
sakit lagi ! pikirannkamu banyak yang enggak-enggak dan membuat orang gereget
sama kamu dan yang terpenting kamu juga takut bawa cowok selain keluarga kamu
di rumah kamu karena adek cowok mu banyak.Kamu susah banget dideketin. Dan asal
kamu tau aku sekarang Suka dan sayang sama kamu ! kamu mau jadi pacar ku ? biar
kita tambah unik Aji dan Adjie “ Kataku Yakin untuk kali ini
“ Aku juga sayang kamu Ji, tapi aku
takut kamu malu sama aku, apalagi mantan kamu banyak dan cantik semua termasuk
May” Kata Adjie sekali lagi
“ Aku sekarang gak mau mikirin
mereka Jie, yang aku sayang itu Cuma Adjie seorang. Aku sadar penampilan itu
rata-rata menipu hati mereka rata-rata pun hanya memanfaatkan wajah dan fisikku
untuk di pamerkan beda sama kamu Jie, aku mohon kali ini kamu terima aku kalau
bisa yang pertama dan terakhir kalinya Jie ? “ Kataku sekali lagi
“ Iya Ji tapi Janji ya ! “
“Iya aku janji “
Di bawah pohon manga yang rindang
tempat ku menyatakan perasaanku pada Adjie dan kini harapan ku semoga cinta
kami kekal abadi walaupun masih tahap Pacaran. Sambil menikmati angin siang
yang sejuk Adjie tertidur pulas di bahuku aku pun menyenderkan kepalaku di
kepalanya dan ternyata rambutnya begitu halus dan harum. Adjie-adjie kamu gak
sejelek apa yang kamu pikirkan, rambut kamu halus,lurus, dan indah meskipun
pendek. Dan kini tekatku harus bisa menjaga rambut Adjie agar tidak di potong
lagi.
cat : jika kurang jelas adjie itu cewe yang aji itu cowo,thanks
Tidak ada komentar:
Posting Komentar